Beberapa hari yang lalu saya membantu seorang adik yang sedang kesulitan mendownload jurnal dari komputer lab yang berada di jaringan kampus. Karena kampus berlangganan jurnal, maka para mahasiswa bisa mendownload jurnal-jurnal berbayar asalkan berada di …
Read the full story »Hari Jumat (19/3) lalu, sekitar pukul 14:oo WIB saya berangkat dari rumah dalam menuju kampus. Mengendarai motor dalam cuaca hujan lebat. Saya sudah tahu sejak dari rumah kalau jarum pemindai bensin di panel motor sudah menunjuk pada ‘Empty’. Nekat saja menerobos hujan, tanpa ada niatan mampir SPBU untuk mengisi bensin. Biasanya walau jarum panel bensin menunjuk ‘E’, masih ada sekitar 1 L di dalam tanki.
Perjalanan baru sampai di Lempuyangan Fly Over, ketika motor yang saya kendarai ngadat. Udah di tanjakannya. Terpaksa saya balik lagi. Turun. Gak mungkin melanjutkan perjalanan karena jarak hingga puncak masih cukup jauh. Berat pastinya kalo nuntun motor naik ke atas. Sesampainya di bawah, saya melihat kios rokok sekaligus tambal ban. Saya tanya ke penjualnya, apakah ada bensin. Inilah sepenggal percakapan saya dengan ibu itu.
Saya: Nuwun sewu, Bu, wonten bensin?
Ibu: Wah, Mboten gadhah, Mas (Sambil tersenyum)
Saya: ..(Sigh, membayangkan hujan deras, nuntun motor, gak tau dimana yang jualan bensin).. Ingkang jual bensin cerak mriki ngertos mboten?
Ibu: Oh, nika mas e ngaler mawon, mpun tekan teteg ngetan, teng tengen ndalan wonten Pom.
Saya: ..(setengah tidak percaya, karena setahu saya, di daerah yang ditunjukkan oleh ibu itu tidak ada pom bensin.).. Nika Pom Bensin nggih, Bu?
Ibu: (Sepertinya menyadari bahwa saya tidak percaya dengan perkataannya) Mas e badhe tindak ngaler napa ngidul?
Saya: Ngaler.. (sambil jari telunjuk menunjuk arah utara)
Ibu: Lha nggih. Mangke tekan teteg wonten prapatan, ngetan mawon, terus teng tengen ndalan wonten Pom. Enggal nika.
Saya: Owh, tasih enggal? (disini saya baru percaya kalo ada pom bensin di daerah itu)
Ibu: Nggih, enggal.
Saya: Tebih mboten saking teteg?
Ibu: Mboten kok! Namung mriki tekan mrika. (sambil menunjuk bioskop Mataram.
Saya: Nggih. Matur nuwun.. (lalu pergi meninggalkan kios itu)
Benar juga apa yang dikatakan ibu penjual rokok itu. Saya menemukan pom bensin yang dimaksudkan. Segera saya mengisi bensin. Tapi setelahnya apa yang terjadi?? Motor saya masih mogok, gak mau hidup mesinnya. Bodi motor sudah saya goyang-goyangkan agar bensin segera mengalir, tapi hasilnya nihil. Saya mencoba menghidupkan motor beberapa kali, tapi tidak berhasil. Usaha menyalakan motor berlangsung selama beberapa saat lamanya. Hingga seseorang menghampiri saya dan berkata, “Mas, motornya macet ya?”, langsung saya jawab,”iya, ni, Mas..”. Belum selesai saya bicara, dia bersama temannya seorang lagi langsung beraksi dengan cepat memeriksa motor saya. Yang paling banyak beraksi malah temannya. Orang yang bertanya tadi seolah-olah bertindak sebagai asistennya. Saya mengamati, mereka berdua sepertinya masih remaja, mungkin anak SMA atau mahasiswa masih semester 1 atau 2. Mereka bekerja dengan sangat cepat dan terampil. Mereka sejak awal sudah melihat saya datang ke pom bensin dengan menuntun motor, jadi sudah tahu kalo masalahnya adalah kehabisan bensin. Jadi yang dicek adalah saluran bensin. Ketika saluran bensin sudah beres, yang giliran diperiksa adalah busi, karena ada kemungkinan bagian busi terendam air hujan. Mereka bekerja dengan menggunakan peralatan mereka sendiri, misalnya obeng. Busi juga tidak ada masalah. Mesin motorpun dicoba dihidupkan. Hasilnya langsung hidup. Saya yang masih terbengong-bengong memperhatikan kejadian yang berlangsung sangat singkat tersebut, dikagetkan oleh salah satu dari mereka yang berkata kepada saya, “Silakan, Mas..!”, dengan sambil tersenyum mempersilakan menuju ke motor. Mereka dengan cepat beranjak meninggalkan motor saya. “Oh, Mas, mas makasih ya..!”, sebelum mereka benar-benar pergi, Saya menyalami mereka sambil berterima kasih. Kemudian tanpa membuang waktu saya segera mengendarai motor melanjutkan perjalanan menuju kampus karena mengejar dosen yang sangat sibuk.
They are teenagers with attitude. Begitulah kata Zordon, karakter dalam film seri Mighty Morphin Power Rangers ketika mengumpulkan para remaja untuk dijadikan pasukan tempur pembela kebenaran Power Rangers. Kalimat itu juga pantas ditujukan pada para penolong saya tadi. Mereka adalah remaja yang memiliki skill (keahlian), cekatan, cepat, powerfull, santun, menolong tanpa pamrih, malayani sepenuh hati (dalam arti positif), dan bersemangat. Saya yakin, Indonesia masih memiliki masa depan, jika kita, sebagai anak muda, memiliki “attitude”. Mereka dan juga kita adalah calon power rangers yang kelak di masa depan akan menyelamatkan bangsa ini.
Salut!
Popularity: 2% [?]
Udah dapet sebagian data ni
25 Juni ‘09
- Pindah data ke word
- Ambil uang: 1. lunasin pr*ximat; 2. D.P. Lyod
- Uji lipat
- Baca skripsi dr perpus
- Setor untuk uji lipat
Yang ini udah mulai kerja, sepertinya tahap produksi sudah selesai, saat ini memasuki tahap analisis
25 juni ‘09
perijinan lab nutrisi 07.00
print proposal
beli pulsa
discussion with Mr. *stadi
minta data kadar air (telp P. *r*an sebelumnya)
uji lipat
B.E.L.A.J.A.R
Kalo ga ketemu catatan ini pasti gak akan ingat kapan seminar usulan penelitian^^
Seminar Proposal
23 April 2009
- kenapa memilih m*nyung, se*elah & *ari
- sumber & penulisan dafpus
- analisis data hasil tangkapan
keterangan dibawah tanggal seminar adalah poin-poin …
Beberapa hari yang lalu, saya kebingungan melengkapi sumber pustaka daftar rujukan draft skripsi. Terpaksa, saya mengumpulkan kembali buku tulis-buku tulis yang terserak entah dimana yang berisi catatan-catatan kutipan pustaka. Buku tulis tersebut sudah hampir setahun …
Natalie Imbruglia – Torn Lyrics
I thought I saw a man brought to life
He was warm, he came around like he was dignified
He showed me what it was to cry
Well you couldn’t be that man I …
Pernah ga ngerasa baru bisa menulis skripsi setelah mendapat “inspirasi”. Susahnya kalo inspirasi yang dicari-cari itu tidak kunjung datang.. tau sendirilah apa akibatnya… -_-’
Hufft..
Saya ingin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1930H
Mohon maaf lahir dan batin
Semoga semua amal ibadah kita selama puasa di terima oleh ALLAH SWT
Saat ini waktu menunjukkan pukul 03.00 WIB dini hari. Hampir seharian ini aku membenahi blog. Sekarang gantian makan sahur dilanjutkan sholat subuh terus tidur.
Oh ya,, aku mau sms seseorang. Bangunin buat sahur.
Dagh.. Hoaahmm….
Sejak blog ini pindah hosting, karena satu dan lain hal, malah jadi ga bisa dinikmati lagi. Pemindahan hosting bikin databasenya ga sinkron ma kontennya. Karena males ngedit databasenya -mutung-, dan emang kebetulan waktunya juga ga …